Beyond Harga Murah: Strategi Membangun Brand Value untuk Mencapai Profit Margin yang Tinggi
- kontenilmukeu
- Dec 14, 2025
- 12 min read

Pengantar: Brand Value sebagai Aset Paling Berharga yang Menentukan Margin
Coba bayangkan ini: Mengapa ada orang yang rela antre dan membayar Rp 70.000 untuk segelas kopi di sebuah kafe terkenal, padahal di warung sebelah kopi dengan rasa yang lumayan enak hanya Rp 15.000? Perbedaan harga yang jauh ini tidak semata-mata karena perbedaan biji kopi, tetapi karena adanya Brand Value atau Nilai Merek.
Brand Value adalah aset paling berharga yang dimiliki perusahaan, bahkan lebih penting dari mesin atau gedung. Brand Value adalah total gabungan dari semua yang dirasakan, dipikirkan, dan dipercayai pelanggan tentang merek Anda. Ini adalah janji yang Anda berikan kepada konsumen, dan seberapa baik janji itu ditepati dan dikomunikasikan.
Nilai merek inilah yang secara langsung menentukan seberapa besar Profit Margin (margin keuntungan) yang bisa Anda capai. Jika Anda hanya mengandalkan harga murah, Anda akan terjebak dalam "perang harga" yang melelahkan. Margin Anda akan tipis karena Anda harus terus bersaing dengan harga terendah.
Namun, jika Anda berinvestasi dalam Brand Value, Anda mengubah fokus persaingan:
Mengubah Perspektif: Pelanggan tidak lagi membandingkan Anda berdasarkan harga, tetapi berdasarkan nilai unik yang Anda berikan.
Menciptakan Eksklusivitas: Merek yang kuat memiliki daya tarik tersendiri, membuat pelanggan merasa "spesial" saat menggunakannya, dan bersedia membayar lebih untuk perasaan itu.
Bayangkan perusahaan sepatu biasa melawan merek sepatu premium. Biaya produksi kedua sepatu mungkin tidak jauh berbeda, tapi merek premium bisa menjual dengan harga tiga hingga lima kali lipat. Selisih harga inilah yang menjadi margin keuntungan besar.
Margin tersebut didapatkan bukan dari potongan biaya produksi, tetapi dari kepercayaan, reputasi, dan asosiasi emosional yang telah dibangun oleh merek tersebut selama bertahun-tahun. Jadi, Brand Value adalah lisensi Anda untuk keluar dari jebakan harga murah dan menikmati margin yang tinggi.
Hubungan Langsung Antara Brand Value dan Premium Harga (Pricing Power)
Dalam dunia bisnis, Brand Value memiliki satu kekuatan magis yang disebut Pricing Power atau Kekuatan Penetapan Harga. Pricing Power adalah kemampuan suatu perusahaan untuk menaikkan harga produk atau layanannya tanpa harus kehilangan volume penjualan yang signifikan. Sederhananya, jika merek Anda kuat, Anda yang pegang kendali atas harga, bukan pasar.
Bagaimana Brand Value Memberi Anda Pricing Power?
Mengurangi Sensitivitas Harga: Ketika sebuah merek memiliki nilai yang kuat di mata konsumen, pelanggan menjadi kurang sensitif terhadap perubahan harga. Mereka tidak lagi membeli produk, melainkan membeli janji, status, atau pengalaman yang melekat pada merek tersebut. Kenaikan harga Rp 5.000 di merek favorit Anda mungkin hanya dianggap sebagai biaya kecil untuk mempertahankan identitas.
Menciptakan Loyalitas yang Lebih Kuat: Brand Value yang tinggi menghasilkan pelanggan yang loyal. Pelanggan setia ini tidak akan dengan mudah beralih ke kompetitor hanya karena ada tawaran harga yang sedikit lebih murah. Mereka menghargai konsistensi kualitas, layanan, atau nilai emosional yang sudah mereka dapatkan. Loyalitas ini menjamin volume penjualan tetap stabil, bahkan ketika harga dinaikkan, sehingga margin tetap terjaga.
Membenarkan Harga Premium: Brand Value berfungsi sebagai pembenaran atas harga yang lebih tinggi. Sebuah merek dengan reputasi kualitas, desain unggul, atau etika bisnis yang baik (purpose-driven) dapat menetapkan harga premium. Konsumen berpikir, "Saya membayar mahal karena ini adalah yang terbaik/paling aman/paling etis."
Perusahaan yang tidak memiliki Brand Value yang kuat akan selalu berada di bawah tekanan harga kompetitor. Jika pesaing menurunkan harga 10%, Anda harus ikut menurunkan 10% agar tidak kehilangan pelanggan. Ini merusak margin Anda. Sebaliknya, merek yang kuat bisa memutuskan untuk tidak ikut dalam perang harga dan bahkan menaikkan harga untuk meningkatkan citra eksklusivitas, yang pada gilirannya makin meningkatkan margin. Jadi, Brand Value adalah perisai terkuat Anda melawan tekanan pasar dan kunci untuk mencapai margin yang premium.
Tiga Elemen Utama dalam Menciptakan Brand Value yang Kuat
Membangun Brand Value yang kuat dan menghasilkan margin tinggi bukanlah kebetulan. Ini adalah hasil dari strategi yang fokus pada tiga elemen inti yang harus bekerja secara sinergis. Tiga elemen ini adalah: Kualitas Inti, Diferensiasi Emosional, dan Konsistensi Experience.
1. Kualitas Inti (The Foundation):
Apa itu: Ini adalah kinerja fundamental produk atau layanan Anda. Kualitas produk harus bagus, fungsional, andal, dan memenuhi janji dasarnya.
Peran: Kualitas inti adalah fondasi di mana semua nilai merek lainnya dibangun. Tanpa kualitas dasar yang baik, tidak peduli seberapa bagus storytelling Anda, nilai merek akan runtuh. Kualitas yang konsisten mengurangi risiko dan biaya warranty atau komplain, yang secara tidak langsung mendukung margin.
2. Diferensiasi Emosional (The Soul):
Apa itu: Ini adalah nilai tak berwujud dan unik yang membedakan merek Anda di hati dan pikiran konsumen. Ini mencakup storytelling, tujuan merek (purpose), nilai-nilai yang dianut, dan sense of belonging yang diciptakan.
Peran: Elemen inilah yang membuat orang rela membayar lebih. Ketika sebuah merek berhasil menyentuh emosi atau merepresentasikan identitas konsumen (misalnya, status sosial, komitmen pada lingkungan, atau selera estetika), merek tersebut menjadi tak ternilai. Ini adalah sumber utama premium pricing.
3. Konsistensi Experience (The Delivery):
Apa itu: Ini adalah janji yang ditepati di setiap titik sentuh pelanggan, mulai dari iklan pertama, kunjungan website, interaksi dengan staf layanan, hingga kemasan produk. Experience harus seragam dan selalu sesuai dengan janji merek.
Peran: Konsistensi membangun kepercayaan. Jika janji merek besar, tetapi pengalaman yang didapatkan konsumen buruk atau tidak konsisten (misalnya, layanan buruk di satu cabang), kepercayaan akan runtuh, dan Brand Value akan terkikis. Konsistensi dalam memberikan experience positif adalah yang mengubah pelanggan menjadi advocate merek yang loyal.
Ketiga elemen ini harus sepadan. Kualitas yang tinggi harus dibungkus dengan cerita yang unik, dan semua itu harus disampaikan melalui pengalaman yang konsisten. Hanya dengan sinergi sempurna dari ketiga elemen inilah sebuah merek bisa keluar dari jebakan harga murah dan memonopoli keuntungan premium di segmennya.
Strategi Komunikasi dan Storytelling yang Meningkatkan Persepsi Nilai
Harga yang kita tetapkan untuk sebuah produk seringkali tidak didasarkan pada biaya produksi, melainkan pada persepsi nilai yang dimiliki konsumen. Salah satu alat paling ampuh untuk membentuk persepsi nilai ini adalah melalui Strategi Komunikasi dan Storytelling yang kuat.
Storytelling dalam branding bukan sekadar menceritakan produk. Ini adalah tentang menceritakan mengapa merek itu ada, nilai-nilai apa yang diperjuangkan, dan perubahan positif apa yang dibawa ke dunia atau kehidupan konsumen.
Bagaimana Storytelling Meningkatkan Persepsi Nilai?
Mengubah Produk Menjadi Purpose (Tujuan):
Daripada hanya menjual sepatu kulit, Anda menceritakan bagaimana setiap sepatu dibuat tangan oleh pengrajin lokal dengan bahan yang ramah lingkungan, memastikan kelangsungan hidup komunitas dan mengurangi limbah. Konsumen tidak lagi membeli sepatu, mereka membeli dukungan terhadap etika dan keberlanjutan.
Purpose-driven brands dapat menetapkan harga lebih tinggi karena konsumen bersedia membayar "biaya partisipasi" untuk mendukung tujuan mulia tersebut.
Menciptakan Aura Eksklusif dan Status:
Komunikasi yang cerdas dapat menciptakan persepsi kelangkaan, warisan, atau kualitas premium. Misalnya, menyoroti bahan baku langka yang digunakan, proses yang sangat lama dan detail, atau sejarah panjang perusahaan.
Ini menargetkan kebutuhan emosional konsumen akan status dan identitas. Konsumen menggunakan merek Anda untuk menunjukkan kepada dunia "siapa mereka." Status ini adalah nilai tak berwujud yang mahal harganya.
Memperkuat Asosiasi Emosional:
Iklan atau konten yang memicu emosi positif (kebahagiaan, kenangan, inspirasi) akan membuat merek Anda tertanam lebih dalam di benak konsumen. Ketika sebuah merek terkait dengan perasaan yang menyenangkan, mereka akan memilih merek tersebut berulang kali, bahkan jika harganya lebih tinggi.
Menjelaskan Pembenaran Harga:
Komunikasi yang transparan tentang proses produksi yang mahal, bahan baku yang premium, atau investasi besar dalam penelitian dan pengembangan, secara halus memberikan pembenaran bagi harga jual yang tinggi. Pelanggan merasa mereka tahu persis mengapa mereka membayar harga premium, bukan hanya karena mereknya mahal.
Komunikasi dan storytelling yang unggul mengubah narasi dari "Saya butuh produk" menjadi "Saya butuh MEREK ini." Ini adalah proses penciptaan nilai imajiner yang nyata dalam profit margin.
Kualitas Produk/Layanan sebagai Fondasi Brand Value
Anda bisa memiliki storytelling paling menarik dan iklan paling mahal di dunia, tetapi jika produk atau layanan Anda gagal memenuhi janji kualitas, seluruh Brand Value yang Anda bangun akan hancur dalam sekejap. Oleh karena itu, kualitas produk/layanan yang superior dan konsisten adalah fondasi mutlak dari Brand Value yang kuat.
Mengapa Kualitas Adalah Fondasi Kunci Brand Value?
Membangun Kepercayaan (Trust):
Kualitas yang andal membangun kepercayaan dasar. Ketika pelanggan tahu bahwa setiap kali mereka membeli dari Anda, mereka akan mendapatkan performa atau layanan yang konsisten dan terbaik, mereka tidak perlu mencari alternatif lain. Kepercayaan ini adalah pendorong utama loyalitas dan kesediaan membayar harga premium.
Mengurangi Risiko dan Biaya After-Sales:
Produk berkualitas tinggi cenderung memiliki tingkat kegagalan yang rendah. Hal ini secara langsung mengurangi biaya warranty, biaya perbaikan, biaya penggantian, dan waktu yang dihabiskan staf layanan pelanggan untuk menangani komplain. Penurunan biaya-biaya ini secara langsung memperlebar margin keuntungan Anda.
Memberi Lisensi untuk Inovasi:
Merek yang sudah dikenal kualitasnya memiliki lisensi untuk berinovasi dan memasuki kategori produk baru. Pelanggan akan lebih percaya dan bersedia mencoba produk baru dengan harga tinggi dari merek yang sudah teruji kualitasnya, dibandingkan dari merek yang belum terbukti.
Word-of-Mouth Positif:
Kualitas yang luar biasa tidak hanya membuat pelanggan kembali, tetapi juga mengubah mereka menjadi promotor merek Anda (brand advocates). Rekomendasi dari mulut ke mulut ini adalah bentuk pemasaran yang paling efektif dan paling murah, yang membantu Anda mempertahankan biaya akuisisi pelanggan (CAC) yang rendah, sehingga margin penjualan Anda lebih besar.
Menjaga Konsistensi Janji Merek:
Jika Brand Value Anda dibangun di atas janji "kemewahan" atau "kinerja tak tertandingi," kualitas produk harus mencerminkan janji tersebut 100%. Kualitas adalah bukti nyata bahwa storytelling Anda bukan sekadar omong kosong.
Investasi pada kualitas produk dan layanan yang konsisten harus selalu diutamakan daripada upaya pemasaran yang dangkal. Kualitas yang konsisten adalah fondasi Brand Value yang tahan guncangan dan satu-satunya cara untuk menjamin pelanggan akan tetap loyal dan membayar harga premium yang Anda tetapkan.
Studi Kasus 1: Brand yang Sukses Menjual Produk dengan Margin Jauh di Atas Rata-rata
Mari kita lihat contoh nyata dari perusahaan yang membuktikan bahwa Brand Value adalah penentu utama margin keuntungan, bahkan di pasar yang penuh dengan kompetisi.
Studi Kasus: Apple Inc. (iPhone, MacBook)
Apple tidak pernah bersaing di harga murah. Bahkan, harga produk mereka seringkali jauh di atas rata-rata industri, namun mereka tetap mendominasi keuntungan global di segmennya.
Strategi Brand Value Apple:
Diferensiasi Emosional Kuat (Status dan Identitas):
Apple tidak menjual smartphone atau komputer; mereka menjual alat untuk "berkreasi" dan "berbeda". Memiliki produk Apple adalah pernyataan status sosial, selera desain yang baik, dan bagian dari ekosistem yang dianggap premium dan eksklusif. Komunikasi mereka selalu berfokus pada lifestyle dan experience, bukan hanya spesifikasi teknis.
Kualitas dan Desain Superior:
Apple dikenal obsesif terhadap detail desain, kualitas material, dan pengalaman pengguna (user experience). Produk mereka terasa premium, dari kemasan hingga software internal yang mulus. Konsistensi kualitas ini membangun kepercayaan mutlak pada merek.
Ekosistem yang Mengunci Pelanggan (Lock-in):
Apple membangun ekosistem yang terintegrasi (iPhone, Mac, iPad, iCloud, Apple Watch). Sekali pelanggan masuk, mereka mendapatkan kenyamanan luar biasa yang membuatnya sangat sulit untuk pindah ke brand lain (misalnya, kesulitan mentransfer data atau menghilangkan fitur Airdrop). Lock-in ini menjamin loyalitas dan volume penjualan tetap stabil saat harga dinaikkan.
Dampak pada Margin:
Pricing Power Maksimal: Apple dapat menaikkan harga iPhone baru setiap tahun, dan meskipun ada keluhan, jutaan pelanggan setia tetap mengantre untuk membelinya. Mereka memiliki margin keuntungan yang jauh lebih tinggi per unit dibandingkan pesaing Android mana pun, bahkan dengan biaya produksi yang relatif sama.
Keuntungan Industri: Selama bertahun-tahun, Apple secara konsisten menyerap sebagian besar (seringkali lebih dari 80%) dari total keuntungan industri smartphone global, meskipun mereka hanya menguasai sekitar 20% pangsa pasar.
Apple membuktikan bahwa nilai merek yang unik dan pengalaman yang terintegrasi adalah kunci untuk mendapatkan lisensi menetapkan harga premium, yang menghasilkan margin keuntungan yang premium pula. Fokus mereka adalah pada nilai yang dipersepsikan, bukan pada volume penjualan terendah.
Studi Kasus 2: Ketika Harga Murah Merusak Brand Value dan Margin
Di sisi yang berlawanan dari Apple, ada banyak perusahaan yang fokus pada strategi harga murah sebagai pembeda utama. Meskipun strategi ini bisa memberikan lonjakan volume penjualan di awal, seringkali ia menjadi bumerang yang justru merusak Brand Value dan akhirnya menghancurkan margin keuntungan dalam jangka panjang.
Studi Kasus: Maskapai Penerbangan Budget yang Terjebak Perang Harga
Banyak maskapai penerbangan yang memulai dengan janji "tiket termurah" sebagai Brand Value utama mereka.
Dampak Negatif Strategi Harga Murah:
Menciptakan Loyalitas Rapuh:
Ketika Brand Value Anda adalah harga termurah, loyalitas pelanggan Anda juga hanya sebatas harga. Pelanggan hanya datang ketika Anda paling murah. Jika kompetitor A menawarkan harga Rp 1.000 lebih murah, pelanggan Anda akan langsung pindah.
Ini memaksa perusahaan untuk terus menerus berpartisipasi dalam Perang Harga yang brutal. Setiap penurunan harga kompetitor harus dibalas dengan penurunan harga yang sama, dan ini secara langsung menggerus margin.
Persepsi Kualitas Rendah:
Harga yang sangat murah seringkali diasosiasikan dengan kualitas yang rendah. Maskapai budget sering dikaitkan dengan delay, ruang kaki sempit, layanan pelanggan yang buruk, dan biaya tersembunyi.
Konsumen mulai memandang merek tersebut sebagai komoditas; mereka tidak peduli mereknya, asalkan harganya termurah. Ini mematikan kemampuan merek untuk menjual layanan tambahan dengan harga premium.
Kesulitan Menaikkan Harga:
Ketika sebuah merek sudah menanamkan citra "murah" di benak konsumen, sangat sulit untuk menaikkan harga, bahkan jika biaya operasional meningkat drastis. Kenaikan harga 5% saja dapat memicu backlash (reaksi negatif) pelanggan dan kehilangan volume.
Kompromi Kualitas untuk Margin:
Untuk mempertahankan harga murah dan margin yang tipis, perusahaan terpaksa melakukan pemotongan biaya di area operasional kritis, seperti layanan pelanggan, pelatihan staf, atau bahkan perawatan minor. Hal ini makin memperburuk customer experience, yang pada akhirnya makin merusak Brand Value, menciptakan lingkaran setan negatif.
Intinya, Brand Value yang hanya dibangun di atas harga murah adalah Brand Value yang lemah. Ia tidak memberikan Pricing Power; justru memberikan tekanan harga yang konstan, membuat perusahaan berjuang hanya untuk bertahan, bukan untuk mencapai profit margin yang tinggi.
Menciptakan Customer Experience yang Selaras dengan Nilai Brand
Brand Value yang kuat harus hidup dan bernapas di setiap interaksi dengan pelanggan. Customer Experience (CX) atau Pengalaman Pelanggan adalah cara paling efektif untuk membuktikan janji Brand Value Anda, sehingga pelanggan merasa dihargai dan bersedia membayar harga premium. CX yang selaras adalah jembatan antara storytelling (janji) dan realitas.
Bagaimana CX Menciptakan Nilai Brand dan Margin?
Konsistensi sebagai Bukti Janji:
Jika nilai merek Anda adalah "Inovasi dan Efisiensi," maka website Anda harus mudah digunakan, aplikasi Anda harus cepat, dan layanan purna jual Anda harus cerdas. Jika experience tidak konsisten (misalnya, desainnya futuristik tapi layanan call center-nya lambat), Brand Value akan dianggap palsu.
CX yang seragam dan berkualitas di semua touchpoint (dari media sosial, toko fisik, hingga delivery) memperkuat kepercayaan dan membuat nilai merek terpatri kuat.
Menciptakan Momen yang Berkesan (Memorable Moments):
CX yang unggul adalah tentang menciptakan momen kecil yang membuat pelanggan merasa istimewa dan dihargai. Misalnya, staf hotel mewah mengingat nama dan kopi favorit Anda. Momen personal ini tidak berbiaya besar, tetapi nilai emosional yang diciptakan sangat tinggi. Pelanggan bersedia membayar lebih untuk perasaan tersebut.
Mengubah Biaya Menjadi Nilai:
Investasi dalam CX, seperti pelatihan staf yang prima atau desain interior toko yang nyaman, mungkin meningkatkan biaya operasional. Namun, investasi ini langsung diubah menjadi nilai premium yang dibebankan kepada pelanggan. Mereka membayar untuk kenyamanan, suasana, dan layanan yang superior, yang semuanya merupakan bagian dari Brand Value.
Mendorong Word-of-Mouth yang Otentik:
Pengalaman pelanggan yang luar biasa akan diceritakan. Seorang pelanggan yang memiliki experience yang melampaui ekspektasi akan menjadi advocate paling kuat, memberikan promosi gratis yang otentik. Hal ini mengurangi biaya pemasaran dan akuisisi pelanggan (CAC), secara langsung meningkatkan profit margin.
CX yang selaras adalah investasi terbaik untuk Brand Value karena mengubah janji abstrak menjadi interaksi nyata. Ketika pelanggan merasa setiap rupiah yang mereka bayar dibalas dengan pengalaman yang unggul, Brand Value Anda menjadi tak tertandingi.
Mengukur dan Mempertahankan Kesehatan Brand Equity
Membangun Brand Value yang tinggi adalah pekerjaan seumur hidup, dan Anda perlu alat untuk terus mengukur apakah aset berharga ini sehat atau sedang sakit. Kesehatan Brand Value diukur melalui konsep Brand Equity (Ekuitas Merek). Brand Equity adalah nilai finansial total yang melekat pada merek Anda yang didapatkan dari loyalitas pelanggan dan kesediaan mereka membayar premium.
Bagaimana Mengukur Kesehatan Brand Equity?
Pricing Premium (Kekuatan Harga):
Ukur seberapa besar selisih harga produk Anda dibandingkan dengan produk kompetitor langsung yang memiliki kualitas teknis serupa. Semakin besar selisih harga ini yang masih diterima pasar, semakin tinggi Brand Equity Anda. Ini adalah bukti paling nyata dari pricing power.
Net Promoter Score (NPS):
Metrik utama yang mengukur loyalitas pelanggan dan kesediaan mereka untuk merekomendasikan merek Anda (NPS = % Promotor - % Detraktor). Skor NPS yang tinggi menunjukkan pelanggan Anda tidak hanya puas, tetapi juga secara aktif menyebarkan word-of-mouth positif.
Customer Lifetime Value (CLV):
Ukur total pendapatan yang diharapkan akan dihasilkan oleh seorang pelanggan selama masa hubungannya dengan merek Anda. Merek dengan Brand Equity yang kuat memiliki pelanggan yang lebih loyal dan membeli lebih sering, sehingga CLV-nya jauh lebih tinggi.
Analisis Brand Awareness dan Asosiasi:
Lakukan survei untuk mengukur seberapa dikenal merek Anda (Top-of-Mind Awareness) dan asosiasi apa yang muncul di benak konsumen saat mereka memikirkan merek Anda (misalnya, Apple = Desain, Volvo = Keamanan). Asosiasi yang kuat dan positif menunjukkan Brand Value yang sehat.
Mempertahankan Kesehatan Brand Equity:
Konsistensi adalah Kunci: Jangan pernah mengompromikan kualitas produk atau customer experience, sekecil apa pun godaannya untuk memotong biaya.
Revisi dan Inovasi: Brand Value bisa usang jika tidak berevolusi. Teruslah berinovasi untuk tetap relevan dan selangkah di depan.
Mendengarkan Pasar: Selalu dengarkan feedback pelanggan dan perhatikan bagaimana nilai-nilai merek Anda diterima. Tanggapi krisis reputasi dengan cepat dan transparan untuk mencegah erosi Brand Equity.
Brand Equity adalah aset tak berwujud yang harus terus dipelihara. Pengukuran yang rutin memastikan bahwa strategi Anda terus menghasilkan pengembalian finansial yang tinggi melalui kekuatan merek.
Kesimpulan: Brand Value adalah Lisensi Bisnis untuk Mendapatkan Margin Terbaik
Setelah mengupas tuntas berbagai aspek, kesimpulan dari strategi ini sudah jelas: Brand Value bukan hanya tentang citra atau logo yang cantik, melainkan adalah lisensi bisnis yang sah dan paling ampuh untuk mendapatkan Profit Margin yang Tinggi secara berkelanjutan.
Ketika Anda berinvestasi di Brand Value, Anda mengubah dinamika bisnis Anda dari model kompetisi harga menjadi model Monopoli Persepsi.
Inilah Esensinya:
Mengubah Biaya Menjadi Investasi: Anda mengalihkan fokus dari pemotongan biaya produksi (Cost Reduction) yang berisiko, menjadi investasi dalam kualitas, storytelling, dan customer experience yang menghasilkan Nilai Premium di mata pelanggan.
Kunci Pricing Power: Brand Value memberikan Anda Kekuatan Penetapan Harga, membebaskan Anda dari perang harga yang merugikan. Anda memutuskan harga jual, bukan kompetitor Anda. Selisih antara harga jual Anda dan harga kompetitor inilah yang menjadi margin keuntungan murni dari kekuatan merek.
Menciptakan Pelanggan Tahan Krisis: Pelanggan yang didorong oleh Brand Value lebih loyal, memiliki CLV yang tinggi, dan lebih tahan terhadap guncangan ekonomi atau penawaran diskon pesaing.
Aksi Nyata:
Bisnis Anda harus secara sadar bekerja pada tiga pilar Brand Value: memastikan kualitas inti produk/layanan selalu superior, menciptakan diferensiasi emosional melalui storytelling yang kuat, dan menjamin pengalaman pelanggan yang konsisten.
Brand Value yang kuat adalah asuransi Anda di masa depan dan mesin pendorong margin Anda hari ini. Jika Anda ingin menjadi dominan dan menguntungkan, jangan pernah berkompromi untuk harga murah. Bangun nilai merek Anda, dan margin tinggi akan mengikutinya.

.png)



Comments